Adab Dalam Perjalanan Menurut Islam

Posted on

Adab Dalam Perjalanan Menurut Islam – Bepergian merupakan kegiatan yang tidak dapat dihindari oleh setiap manusia. Islam memperbolehkan umatnya untuk bepergian kemana pun mereka suka seperti bekerja atau bersilaturahmi. Agar perjalanan tersebut aman ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah:

adab dalam perjalanan

Sebelum Bepergian

1. Mengembalikan hak orang lain yang telah dipakainya secara tidak sah, mengembalikan segala barang titipan. membayar hutang dan menyediakan nafkah (belanja) bagi keluarga yang ditinggalkan.

2. Berniat yang baik dalam bepergian sehingga akan mendapatkan pahala karenanya

3. Memilih kawan yang baik dan mempersiapkan segala kebutuhan hidup untuk dirinya. Tentang kawan bepergian

Rasulullah saw bersabda:

Artinya: “Satu orang yang bepergian adalah setan, dua orang yang bepergian adalah dua setan, sedang bagi orang yang bepergian adalah kafilah.” (HR Abu Dawud)

Adab Berangkat

Berikut ini merupakan adab ketika berangkat bepergian, diantaranya yaitu:

1. Ketika bepergian hendaknya berangkat pada waktu pagi hari.

Dalam hal ini Rasulullah Saw bersabda:

“Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada umatku dalam langkah mereka di waktu masih pagi benar.” (HR Abu Dawud)

2. Agar berpamitan kepada keluarga dan kawan-kawan serta berdoa untuk mereka dan tidak lupa untuk meminta wasiat mereka. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Bahwa ada orang yang berkata: Ya Rasulullah, aku ini hendak bepergian, maka berilah aku wasiatmu!. Kemudian beliau bersabda:

“Hendaknya kamu bertakwa kepada Allah dan bertakbir pada setiap (melalui) jalan menanjak.”

Tatkala orang itu pergi, beliau mendoakannya:

Artinya: “Ya Allah, dekatkanlah jarak yang jauh baginya dan mudahkanlah perjalanannya.” (HR At Tirmidzi)

Nabi Muhammad Saw juga telah bersabda:

Artinya:Barang siapa yang hendak bepergian, maka ucapkanlah kepada keluarga yang ditinggalkan: Aku titipkan kalian kepada Allah yang tidak akan tersia-siakan segala titipan yang ada pada-Nya.” (HR Ahmad)

Sedangkan keluarga atau orang yang ditinggalkannya hendaknya mengucapkan:

Artinya: “Aku titipkan pula kepada Allah agamamu, amanahmu, dan akhir segala usahamu.” (HR At Tirmidzi)

3. Menjadikan salah seorang dari mereka yang bepergian sebagai amir (pemimpin) bila mereka berjumlah tiga orang atau lebih.

Rasulullah saw bersabda: “Apabila ada tiga orang keluar bepergian, maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang dari mereka sebagai pemimpin (amir).” (HR Abu Dawud)

d. Membaca doa ketika menaiki kendaraan dan mengerjakan sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah saw, ketika berada diatas kendaraan yaitu bertakbir tiga kali kemudian membaca doa.

Baca juga: Adab Makan dan Minum Dalam Islam

Dalam Perjalanan

Berikut ini adab ketika dalam perjalanan, diantaranya yaitu:

1. Menetapkan arah kiblat untuk salat dan hendaknya memperbanyak doa dalam perjalanan. Doa orang yang bepergian adalah mustajab (dikabulkan).

2. Membaca takbir ketika melewati jalan yang menanjak dan membaca tasbih ketika melewati jalan yang menurun.

3. Melakukan perjalanan di waktu malam hari.

Rasulullah Saw bersabda:

“Hendaklah kamu melakukan perjalanan di waktu malam karena sesungguhnya bumi ini dilipat pada waktu malam hari.”(HR Ahmad)

4. Mengenal hukum-hukum fiqih yang berkaitan dengan perjalanan, seperti cara menjamak dan mengqasar shalat fardhu, serta bertayamum.

5. Mengerjakan shalat sunah dua rakaat di masjid ketika tiba dari perjalanan.

Rasulullah saw bersabda:

Artinya: “Apabila tiba dan perjalanan langsung ke masjid, lalu mengerjakan shalat dua rakaat.” (HR Bukhari dan Muslim)

6. Janganlah kembali pulang ke rumah pada waktu malam hari, tetapi usahakanlah untuk waktu pagi hari.

Sabda Rasulullah Saw:

Artinya: “Rasulullah Saw, melarang seseorang untuk mengetuk (pintu rumah) keluarganya pada waktu malam hari.” (HR Bukhari dan Muslim)

7. Ketika berangkat pulang, membaca doa naik kendaraan dan diberi tambahan:

Artinya: “Kami kembali pulang, bertobat (dari segala kemaksiatan), beribadah kepada Tuhan kami dan memuji kepada-Nya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Adab Berpakaian dan Berhias Dalam Islam

Itulah mengenai adab ketika dalam perjalanan menurut Islam. Semoga apa yang diuraikan diatas mengenai adab dalam perjalanan bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.