Pengertian Sifat Pemaaf Dalam Islam

Posted on

Muslimpintar.com – Sifat pemaaf ialah salah satu sifat terpuji yang harus ada pada diri seorang muslim, lawan dari sifat pemaaf yaitu sifat pendendam dan pemarah. Sifat pemaaf juga merupakan suri tauladan yang dicontohkan Rosulullah Saw kepada umatnya agar saling memaafkan. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan mengenai sifat pemaaf dalam Islam.

pengertian sifat pemaaf dalam islam

Pengertian Sifat Pemaaf

Sifat pemaaf adalah sifat suka memaafkan kesalahan orang lain tanpa sedikit pun ada rasa benci dan keinginan untuk membalas. Kita sebagai seorang muslim yang hidup ditengah-tengah masyarakat tentunya kita tidak akan mampu berlaku benar setiap saat. Kadang pasti kita pernah berbuat kesalahan kepada orang lain. Walaupun kita sudah berusaha sekuat tenaga, namun manusia itu terkadang lupa, lengah atau dalam keadaan yang sangat memaksa untuk berbuat kesalahan. Hal-hal tersebut tentunya tidak dapat kita ingkari.

Oleh karena itu dalam kehidupan sosial sangat dianjurkan untuk meminta maaf bagi yang merasa berbuat kesalahan dan suka memaafkan bagi orang yang yang dimintai maaf. Suka memberi maaf adalah perbuatan yang sangat terpuji, Rasulullah Saw telah banyak memberikan contoh kepada umatnya tentang hal ini.

Baca juga: Pentingnya Menepati Janji Dalam Islam

Suatu ketika Rasulullah Saw berdakwah kepada Ibnu Abdi Yalil bin Abdi Kulal, beliau sangat sedih karena dakwahnya tidak berhasil, tiada seorangpun yang mau menerimanya. Bahkan mereka mencemooh dan mencaci maki dengan ucapan-ucapan yang menyakitkan hati. Kesedihan yang dirasakan beliau lebih berat daripada penderitaan yang beliau di waktu perang Uhud. Sehingga Allah mengizinkan Malaikat penjaga bukit agar patuh merobohkan bukit itu diatas kaum yang yang menyakiti hati Rasulullah, jika Rasulullah menghendakinya. Namun Rasulullah tidak menginginkan bukit itu roboh dan menghancurkan kaum itu, karena masih mengharapkan barangkali anak cucunya ada yang mau menyembah kepada Allah.

Meskipun Rasulullah pernah disakiti hatinya, namun beliau tidak ingin membalas menghancurkan kaum itu. Hal ini terangkan dalam hadist yang artinya: “Dari A’isyah r.a ia berkata: “Rasulullah Saw tidak pernah mempergunakan tangannya untuk memukul istri atau pelayan, kecuali dalam perang fisabilillah. Dan tidak pernah Rasulullah di ganggu, lalu membalas, kecuali jika melanggar suatu hukum Allah, maka beliau membalas karena menegakkan kalimat Allah”. (HR Muslim)

Rasulullah setiap diganggu oleh orang-orang yang ingin menghalangi perkembangan Islam, beliau senantiasa mendoakan: “Ya Allah, Ampunilah kaumku, karena mereka belum mengerti”.

Demikianlah suri tauladan yang diberikan oleh Rasulullah kepada kita agar kita suka memberi maaf kepada orang yang berbuat salah kepada kita. Rasulullah Saw bersabda “Orang yang kuat bukanlah orang yang kuat bergulat, melainkan orang yang dapat menahan nafsu ketika marah”.

Baca juga: Pengertian Ikhlas dan Pentingnya Ikhlas dalam Islam

Nah itulah mengenai pentingnya membiasakan sifat pemaaf. Semoga penjelasan mengenai sifat pemaaf diatas bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.