Pengertian Ujub, Riya, Takabur Lengkap dengan Dalilnya

Posted on

Muslimpintar.com – Kita sebagai seorang Muslim selain menanamkan sifat terpuji dalam kita juga harus menjauhi sifat tercela. Sifat tercela adalah sifat yang harus kita hindari karena dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Memiliki sifat tercela tidak hanya dibenci oleh sesama manusia, Allah SWT juga membenci orang yang memiliki sifat tercela. Nah, kali ini akan menjelaskan beberapa sifat tercela yaitu Ujub, Riya dan Takabur. Untuk lebih jelasnya maka simak penjelasannya dibawah ini.

Pengertian Ujub, Riya, Takabur Lengkap dengan Dalilnya

Pengertian Ujub dan Dalilnya

Ujub ialah suatu sikap seseorang yang menunjukan keheranannya dan mengagumi dirinya sendiri. Orang yang Ujub ini lupa bahwa kehebatan atau keberhasilan yang diperolehnya itu berasal dari Allah SWT. Sifat Ujub ini merupakan sifat yang merusak iman.

Orang menjadi hebat dan mempunyai kelebihan dari orang lain boleh saja, akan tetapi jika mempunyai kelebihan sengaja ditampakkan dari orang yang bersangkutan maka akan menjadi negatif. Allah Swt berfirman:

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا

Artinya: “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS Al-Isra’ :37)

Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ تَعَا ظَمَ فِىْ نَفْسِهِ وَاخْتَلَ فِىْ مِشْيَتِهِ، لَقِيَ اللهُ وَهُوَعَلَيْهِ غَضْبَانُ

Artinya : “Barang siapa merasa besar pada dirinya, dan sombong didalam jalannya, niscaya ia bertemu Allah didalam keadaan  ia murka kepadanya.” (dikeluarkan oleh Hakim)

Pengertian Riya dan Dalilnya

Riya ialah suatu sikap seseorang yang mengharapkan pengakuan atau sanjungan orang lain dengan memamerkan perbuatan-perbuatan baik. Riya bisa disebut juga cari muka, pamer atau tidak ikhlas. Sifat riya ini sangat berbahaya dan sifat riya jarang disadari bahwa orang tersebut sudah berbuat riya. Sehingga Nabi sendiri sangat mengkhawatirkan akan perbuatan riya bagi umatnya, bahkan beliau menegaskan bahwa perbuatan riya merupakan syirik kecil.

Orang-orang yang riya adalah tergolong orang yang celaka, sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ. الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ. الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ. وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

Artinya : “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan menolong dengan barang berguna.” (QS Al-Ma’un :4-7)

Perbuatan riya merupakan perbuatan yang sangat di khawatirkan oleh Nabi Saw, dan riya ini merupakan syirik kecil, sebagaimana sabda Rasulullah Saw berikut ini:

اِنَّ اَخْوَفَ مَااَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْاَضْعَرُ، قِيْلَ وَمَا هُوَ قَالَ الرِّيَاءُ

Artinya : “Sungguh yang paling aku khawatirkan diantara apa yang ku khawatirkan kepadamu sekalian adalah syirik kecil. Para sahabat bertanya: ” Apa syirik kecil itu hai rasulullah ?” Rasulullah menjawab : “Yaitu Riya”. ” (Al Hadits)

Suatu amal yang di dalamnya ada unsur riya meskipun sekecil atom maka amal itu tidak akan di terima Allah SWT. Rasulullah Saw bersabda:

لَا يَقْبَلُ اللهُ عَمَلًا فِيْهِ مِقْدَارَ ذَرَّ ةِ مِّنْ رِّيَاءِ

Artinya : “Allah tidak menerima amal yang di dalamnya terdapat seukuran dzarrah dari riya.” (Al-Hadits)

Dengan demikian sudah jelas bahwa riya merupakan perbuatan yang sangat berbahaya bagi keselamatan dan kemurnian Iman dan Islam, bisa jadi orang yang rajin beramal tetapi kalau didalamnya terdapat unsur riya maka tidak akan memperoleh apa-apa, bahkan riya itu termasuk perbuatan syirik kecil. Sedangkan perbuatan syirik merupakan perbuatan dosa yang tidak dapat diampuni oleh Allah SWT.

Baca juga : Pengertian Sabar Dalam Islam dan Macam-Macamnya

Pengertian Takabur dan Dalilnya

Takabur ialah sikap seseorang yang menunjukan sifat sombong atau bersikap merasa lebih kuat, lebih pandai dan lebih segala-galanya dari pada orang lain. Orang yang takabur tidak dapat melihat dan mengakui keberhasilan orang lain. Tidak ada pencapaian orang lain yang dapat membawa rasa senang dalam hatinya. Orang yang takabur tidak mau menerima pendapat, kritik dan saran dari orang lain meskipun benar, akan tetapi yang dirasakan oleh orang yang takabur apabila menerima pendapat tersebut maka akan meremehkan dirinya. Karena orang lain dianggap lebih rendah dan remeh, maka tidak mau menerima pendapat dari orang lain.

Orang yang takabur sangat dibenci oleh Allah dan tidak akan masuk surga:

Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ

Artinya : “Sesungguhnya orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.” (QS Al-A’raf :40)

Dalam ayat lain diterangkan yang isinya sama bahwa orang yang takabur tidak ada pilihan lagi kecuali neraka:

Allah Swt berfirman:

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Artinya: “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya mereka itu penghuni-penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.” (QS Al-A’raf : 36)

Baik takabur atau pun sombong jelas sekali bahayanya, tetapi takabur terhadap orang yang berlaku takabur adalah boleh. Takabur dan sombong yang sebenarnya ialah orang yang mendustakan kebenaran Allah SWT. Meragukan dan membuat tandingan serta menutupi kebenaran Allah. Kepada orang-orang yang seperti ini kita boleh takabur, mengingat sabda Nabi yang artinya “Takabur kepada orang yang takabur adalah shodaqoh”.

Hendaknya kita berusaha untuk menjauhkan diri dari sifat takabur, karena barang siapa yang didalam hatinya terdapat sifat takabur, meskipun hanya seberat dzarrah, ia tidak dapat masuk surga. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِىْ قَلْبِهِ مِشْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

Artinya: “Tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya terdapat takabur meskipun seberat dzarrah.” (HR Muslim dan Tirmidzi)

Baca juga : Pengertian Marah dan Bahaya Sifat Pemarah Dalam Islam

Nah itulah penjelasan mengenai Ujub, Riya dan Takabur lengkap beserta dalilnya. Semoga penjelasan diatas bisa bermanfaat dan dapat menjauhkan diri kita dari sifat-sifat tercela. Dan menjadikan diri kita menjadi manusia yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.