Sebab dan Cara Menghormati Guru Dalam Islam

Posted on

Sebab dan Cara Menghormati Guru Dalam Islam – Selain di perintahkan untuk berbakti kepada orang tua, kita juga di perintahkan untuk berbakti dan berbuat baik kepada guru. Karena guru lah yang telah mendidik dan mengajarkan ilmu kepada kita. Berkat guru lah yang telah membentuk diri kita menjadi manusia yang beriman, mengerti akan hal yang baik dan buruk, berbudi pekerti dan menjadi seseorang yang bertanggung jawab.

Oleh karena itu siswa atau murid wajib menghormati orang yang mengajar (guru), baik pada waktu masih mengajar maupun waktu sudah tidak mengajar. rasulullah Saw bersabda yang artinya: “Muliakanlah orang yang kamu belajar darinya (guru).” (Diriwayatkan oleh Abul Hasan Al-Mawardi)

Sebab dan Cara Menghormati Guru Dalam Islam

Rasulullah Saw memerintahkan kita untuk memuliakan guru. Guru tidak terbatas pada orang yang mengajar di sekolah saja, tetapi setiap orang yang telah berjasa memberikan ilmu, keterampilan, serta bimbingan

Sebab-Sebab Kita Wajib Menghormati Guru

Kita wajib menghormati guru karena beberapa hal diantaranya yaitu sebagai berikut:

1. Guru adalah Orang Yang Banyak Berjasa Kepada Kita

Jasa guru tanpa menuntut balas atau imbalan dari orang lain sehingga guru pantas disebut “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.” Betapa besar jasa guru, orang dapat berilmu, dapat menjadi presiden, atau menjadi pengusaha karena jasa besar dari guru. Kita menjadi orang pandai dalam suatu bidang ilmu tertentu juga karena guru. Ilmu merupakan modal utama untuk mencapai kesejahteraan hidup Jika ilmu diamalkan atau dipergunakan, tidak akan habis tetapi justru bertambah. Ilmu dapat meninggikan derajat manusia. Baca dan pahamilah firman Allah swt di bawah ini!.

Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat …” (QS. Al Mujadilah: 11)

Ayat di atas menjelaskan bahwa orang-orang yang diberi ilmu (berilmu) akan ditinggikan derajatnya. Ilmu dapat meninggikan derajat seseorang. Oleh karena itu, Nabi Musa As. Sangat menginginkan ilmu yang dimiliki oleh Nabi Khidir As. Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Kahfi ayat 65 -70 yang artinya:

(65) Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami yang telah kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi kami.

(66) Musa berkata kepada Khidir. “Bolehkah aku mengikuti supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?.

(67) Dia menjawab, “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku.

(68) dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”.

(69) Musa berkata,”Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang pun yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan.

(70) Dia berkata, “Jika kamu mengikutiku maka janganlah kamu menanya kan kepadaku tentang sesuatu apa pun. Sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu”.

Baca juga: Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dalam Islam

Berdasarkan ayat diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Kuatnya kemauan Musa untuk belajar.
  2. Walaupun sudah pintar. Musa masih tetap belajar. Oleh karena itu, jika kita memiliki ilmu, jangan sombong karena pasti masih ada orang yang lebih pintar lagi.
  3. Amar makruf nahi mungkar masih tetap ditegakkan. Hal itu terlihat pada sikap Musa yang telah berjanji tidak akan membantah, tetapi ia menegur karena menganggap tindakan Khidir itu jelek. Musa melanggar janji karena masih kurang sifat kesabarannya.
  4. Khidir rela berkorban untuk kepentingan umum, terutama korban perasaan karena selalu dicela oleh Musa.

2. Guru Merupakan Orang Tua Kedua

Guru lah yang mengajar, mendidik, dan membimbing kita agar menjadi pandai, terampil dan berbudi luhur yang dapat bertanggung jawab kepada diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Sebenarnya, orang tua (ibu dan ayah) dapat mengajar, mendidik, dan membimbing anaknya, tetapi mereka tidak dapat melaksanakan karena waktunya banyak dipergunakan untuk mencari nafkah. Oleh karena itu, tugas tersebut diserahkan kepada guru untuk mewakilinya.

Cara-Cara Menghormati Guru

Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menghormati guru adalah sebagai berikut:

1. Mengucapkan salam jika bertemu dengan guru;

2. Memperhatikan penjelasan guru;

3. Melaksanakan nasihat guru;

4. Rendah hati, sopan, dan hormat, baik dalam tutur kata maupun tingkah laku sehari-hari terhadap guru, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

Artinya: “Pelajarilah ilmu dan ajarilah (manusia) dan rendahkanlah diri kepada guru guru serta berlaku lemah lembutlah terhadap murid-muridmu.” (H.R. Tabrani)

5. Selalu menjaga nama baik guru, jika mempunyai kesalahan atau kejelekan, jangan diceritakan kepada orang lain.

6. Tetap mengakui sebagai guru walaupun sudah tidak mengajar.

7. Mematuhi terhadap tata tertib dan peraturannya di sekolah.

Baca juga: Berbuat Baik Kepada Tetangga Dalam Islam

Nah itulah sebab-sebab kita harus menghormati guru, baik saat masih menjadi guru kita atau sudah tidak lagi dan cara-cara menghormati guru. Menghormati guru-guru kita sangatlah penting karena beliau yang telah mendidik dan mengajarkan ilmu kepada kita dengan ikhlas. Demikianlah uraian mengenai sebab-sebab mengapa kita harus menghormati guru dan cara menghormati guru, semoga bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.