Tokoh-Tokoh Filsafat Muslim Pada Masa Abbasiyah

Posted on

Tokoh-Tokoh Filsafat Muslim Pada Masa Abbasiyah – Sebelum membahas mengenai tokoh-tokoh filsafat pada masa Abbasiyah alangkah baiknya mengetahui apa itu Filsafat. Pengertian Filsafat merupakan suatu ilmu pengetahuan yang menggunakan logika, metode, dan sistem untuk mengkaji masalah umum dan mendasar mengenai berbagai persoalan, seperti pengetahuan, akal, pikiran, eksistensi, dan bahasa.

Tokoh-Tokoh Filsafat Muslim Pada Masa Abbasiyah

Tokoh-Tokoh Filsafat Muslim Pada Masa Abbasiyah

Filsafat berkembang di dunia Islam berkat buku-buku filsafat Yunani yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Adapun tokoh-tokoh filsafat muslim (filsuf) pada masa Abbasiyah adalah sebagai berikut:

1. Al-Kindi

Nama lengkap Al-Kindi ialah Abu Yusuf Ya’qub bin Ishaq Al-Kindi. Kita cukup menyebutnya Al-Kindi. Ia lahir di Kufah pada tahun 185 H / 901 M dan wafat pada tahun 260 H / 873 M. Selain dikenal sebagai filsuf, Al-Kindi juga terkenal sebagai ilmuwan. Fisika, kimia, astronomi, meteorologi, kedokteran, matematika, dan musik adalah beberapa ilmu yang ia kuasai. Al-Kindi hidup pada masa pemerintahan Al-Amin, Al-Ma’mun, Al-Mu’tashim, Al-Watiq, dan Al-Mutawakkil. Dia telah menulis 265 karya ilmiah dalam berbagai macam ilmu pengetahuan. Di antara karya filsafatnya ialah Risalah fi Madkhal Al-Mantiq bi Istifa Al-Qawl fih, ‘sebuah pengantar logika’.

2. Al-Farabi

Abu Nasr Al-Farabi adalah filsuf muslim paling terkemuka dan masyhur pada masa Abbasiyah. la lahir di Farab tahun 258 H / 870 M dan meninggal di Damaskus pada tahun 339 H / 950 M. Dia terkenal sebagai komentator untuk karya-karya Aristoteles. Karya-karyanya tersebar luas di Timur dan Barat dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani dan Latin. Di antara karyanya ialah Fusus Al-Hikam (Permata Kebijaksanaan) dan Organon yang berisi ulasan dan komentar terhadap pemikiran Aristoteles.

Baca juga : Sebab dan Cara Menghormati Guru Dalam Islam

3. Ibnu Sina

Ibnu Sina lahir pada tahun 370 H / 980 M di Afshana, dekat Kota Bakhara, Uzbekistan Nama lengkapnya adalah Abu Ali Al-Husain bin Sina. Selain filsuf, ia juga ahli dalam ilmu kedokteran. Karya karya filsafat banyak memengaruhi pemikir-pemikir barat. Karya filsafatnya yang terkenal adalah Kitabasy-Syifa (buku tentang penyembuhan) yang mengandung pengetahuan tentang logika fisika dan metafisika. la juga seorang dokter karyanya di bidang kedokteran berjudul Al-Qanun fit-Tibb (Undang-undang Kedokteran), Ibnu Sina meninggal pada tahun 428 H/1037 M.

4. Ibnu Rusyd

Ia seorang filsuf ulung yang juga ahli ilmu Al-Qur’an dan ilmu-ilmu yang lain, seperti biologi kedokteran, dan astronomi. Ibnu Rusyd lahir di Cordova, Spanyol pada tahun 595 H / 1126 M dan meninggal di Maroko pada tahun 667H / 1198 M. Di antara karyanya ialah Fasl Al-Maqal fi ma Baina Asy-Syari’ah wal Hikmah Minal Ittisal (Pembeda yang Jelas Hubungan antara Syariat dan Filsafat), Al-Kasyf’an Mana hij Al-Adillah fi Aqaid Al-Millah (Menyingkap Metodologi Dalil dalam Akidah Agama), dan Tahafut At-Tahafut (Kerancuan Berpikir dalam Buku Kerancuan Filsafat). Buku terakhir ini ditujukan untuk membantah pendapat pendapat Imam Al-Gazali dalam buku Tahafut Al-Falasifah (Kerancuan Filsafat). Selain seorang filsuf, Ibnu Rusyd juga seorang dokter dan ahli hukum Islam (fikih). Kitab filihnya yang terkenal adalah Bidayatul Mujtahid (Permulaan bagi Mujtahid).

Itulah beberapa tokoh filsafat muslim pada masa Abbasiyah. Semoga apa yang di uraikan diatas bisa bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.