Tata Cara Hidup Sederhana dan Hikmahnya dalam Islam

Posted on

Muslimpintar.com – Tata Cara Hidup Sederhana dan Hikmahnya, Islam tidak mengajarkan umatnya untuk hidup berfoya-foya, bermewah-mewah tetapi mengajarkan untuk hidup sederhana. Hal ini disebabkan karena hidup bermewah-mewah dan berfoya-foya itu merugikan diri sendiri maupun orang lain sehingga disenangi Allah. Allah Swt berfirman dalam surat Luqman ayat 18 yang artinya: Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong, membanggakan diri.”

Dari ayat diatas dijelaskan bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong, membanggakan diri atau bermewah-mewah, begitu juga sebaliknya hidup terlalu irit juga tidak baik karena berarti menyiksa diri sendiri. Hidup sederhana adalah membiasakan hidup tidak terlalu irit dan tidak terlalu bermewah-mewahan, dan juga tidak boros.

Tata Cara Hidup Sederhana dan Hikmahnya dalam Islam

Tata Cara Hidup Sederhana

Hidup sederhana harus diterapkan dengan tingkah laku atau perbuatan sehari-hari dalam berbagai hal diantaranya yaitu seperti berpakaian, berbelanja dan ucapan.

1. Berpakaian

Agama Islam tidak suka jika umatnya berpakaian kotor, kusut dan tidak sopan. Begitupun sebaliknya islam tidak suka jika umatnya berpakaian yang serba mewah dan dari bahan yang mahal-mahal. Jika memang kaya diperbolehkan berpakaian yang bagus, mahal akan tetapi tidak dipakai setiap hari. Pakaian yang bagus hanya dipakai jika ada kepentingan atau memang diperlukan. Islam menganjurkan agar umatnya berpakaian sederhana asal sopan, baik dan bersih.

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

Artinya: “Dan pakaianmu maka bersihkanlah” (QS Al-Muddassir:4)

Dari ayat diatas dijelaskan bahwa kita dianjurkan agar membersihkan pakaian. Ini berarti kita dianjurkan untuk berpakaian yang bersih. Sedangkan ukuran baik dalam hal berpakaian dalam islam ialah pakaian yang dapat menutup aurat.

Jadi berpakaian yang sederhana ialah berpakaian yang berbahan dan modelnya sederhana, harganya tidak terlalu mahal, dapat menutupi aurat dan bersih. Hal ini juga masih di ukur dengan kemampuan membelinya. Jika hanya mampu membeli pakaian dengan bahan yang murah maka jangan membeli pakaian dengan bahan yang mahal.

Rasulullah dalam berpakaian selalu sederhana. Dan jika pakaiannya ada yang rusak beliau menjahitnya sendiri. Tata cara mengenakan pakaian harus disesuaikan dengan keperluan dan situasinya. Apabila situasinya perlu berhias, maka islam juga menganjurkankan untuk berhias diri, tetapi berhiaspun tidak boleh berlebih lebihan. Bagi pria dilarang berhias dengan emas atau perak dan sutera.

Artinya : “Rasulullah Saw telah melarang kami makan-minum pada tempat yang terbuat dari emas dan perak. Beliau melarang pula memakai sutera serta duduk diatas permadani yang terbuat dari padanya.” (HR Bukhari)

Dari hadits diatas dijelaskan bahwa kita dilarang (diharamkan) menggunakan perabot rumah tangga, baik piring, sendok, gelas dan sebagainya yang terbuat dari emas atau perak dan yang terbuat dari sutera.

2. Berbelanja

Islam tidak suka jika umatnya bakhil (terlalu irit) dan juga tidak senang jika berlebih-lebihan (boros). Karena bakhil (terlalu irit) akan menyiksa diri sendiri dan boros akan mendatangkan malapetaka.

Sebaiknya membelanjakan uang dengan sederhana saja, apa yang diperlukan itulah yang dibeli sesuai dengan kemampuannya. Usahakan uang ada masih ada sisanya untuk ditabung atau ditasarufkan seperti infaq atau sedekah. Kita juga harus berusaha supaya tidak ada barang yang mubazir, sebab memubazirkan barang itu menjadi teman syaitan.

Begitu juga dalam hal makan dan minum, kita harus meneladani Rasulullah Saw, dengan membagi tiga isi perut, sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum dan sepertiga lagi untuk bernafas. Mengatur isi perut berkaitan makanan ini penting. Dalam bidang  kesehatan juga berpandangan bahwa terlalu kenyang itu tidak baik, dapat menjadikan susah berpikir, malas dan selalu ingin tidur. Rasulullah dalam hal makan dan minum tidak pernah sampai kenyang dan tidak makan sebelum lapar. Malah beliau sering berpuasa.

3. Berucap atau berbicara

Agama islam tidak senang jika umatnya sombong, besar kepala, berkata kasar. Berbicara harus sopan dan seperlunya saja tidak usah membual, berbohong dan menambah-nambahkan, apalagi jika berkata kasar.

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

Artinya: “Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS Luqman : 19)

Pada ayat diatas dijelaskan bahwa kita dalam berbicara atau berucap harus dengan suara yang lembut. Seperti dalam pergaulan kita juga harus berbicara dengan lembut dan sopan. Tidak usah berbicara dengan keras, berkata kasar dan berbohong sebab hal yang demikian bisa mengganggu orang lain disekitar kita. Rasulullah selalu berbicara dengan ramah, lemah lembut, sederhana (apa perlunya), sopan dan menghargai pembicaraan orang lain. Hal tersebutlah yang harus kita contoh dan teladani.

Hikmah Hidup Sederhana

Hidup dengan sederhana tentu saja ada hikmahnya, berikut beberapa hikmah hidup sederhana:

1. Menjauhkan diri dari sifat buruk

Orang yang hidup sederhana tidak akan memiliki sifat tercela seperti : rakus, iri, kikir dan sombong hal ini karena ia merasa bahwa apa yang telah ada pada dirinya sudah cukup (dicukupkan). Jika ada kelebihan ditabung atau digunakan kearah yang lebih baik sehingga tidak kikir dan tidak sombong. Sifat yang dimilikinya adalah toleran, ikhlas dan rendah hati.

2. Menjauhkan diri dari kemiskinan

Orang yang hidup sederhana dapat terhindar dari kemiskinan, karena jika mendapat rezeki tidak dihambur-hamburkan tetapi dibelanjakan secukupnya dan apa yang diperlukan saja. Jika masih ada sisa ditabung.

3. Menjadikan hidup lebih ekonomis

Orang hidup sederhana dapat bertindak ekonomis, sebab membelanjakan uangnya hanya untuk yang diperlukan saja. Jika dirasa tidak perlu atau diluar kemampuannya tidak dibeli.

4. Menjadi mudah bergaul dan disenangi

Orang yang hidup sederhana akan mudah bergaul dan disenangi masyarakat, karena memiliki sifat supel, ikhlas, rendah hati dan tidak sombong.

Baca juga: Berbuat Baik Kepada Tetangga Dalam Islam

Demikianlah mengenai pengertian hidup sederhana, tata cara hidup sederhana dan juga hikmah hidup sederhana dalam Islam. Semoga bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.