Suka Menolong Orang Lain Dalam Islam

Posted on

Suka Menolong Orang Lain Dalam Islam – Di dalam pergaulan sehari-hari, baik dengan keluarga, saudara, teman maupun orang lain, hendaklah senantiasa diliputi dengan rasa persaudaraan yang harmonis. Sebab jika tidak adanya rasa Islamiyah (rasa persaudaraan sesama muslim) dan persaudaraan sesama manusia maka senantiasa akan timbul ketegangan. Orang yang mau berusaha menghilangkan kesulitan orang lain di dunia ini, nanti di hari kiamat akan di hilangkan kesulitannya oleh Allah SWT.

menolong orang lain dalam islam

Rasulullah Saw Bersabda:

مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Artinya : “Barang siapa yang usaha menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesulitan kepadanya nanti pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat.” (HR Muslim)

Baca juga : Berbuat Baik Kepada Tetangga Dalam Islam

Membantu, Menolong Orang Yang Cacat Jasmani

Orang yang cacat jasmaninya ialah orang orang yang anggota badannya tidak lengkap, baik karena kecelakaan maupun dari sejak lahir. Orang cacat jasmaninya mengakibatkan kesulitan untuk bekerja mencari nafkah sebagaimana manusia lainnya. Karena itu mereka perlu mendapat perhatian dan bantuan dari kita yang dikaruniai jasmani yang sempurna.

Sebagai orang Islam yang mampu berkewajiban menyantuni, menolong, membantu terhadap orang-orang cacat jasmani. Sehingga tidak boleh membiarkan mereka sengsara atau bahkan memakinya apabila mereka meminta kepada kita berupa pertolongan atau pun berupa makanan. Seorang Islam yang mampu harus banyak bersyukur atas karunia Allah Swt dengan cara memberikan sebagian miliknya guna membantu, menolong mereka yang lemah.

Allah Swt menegaskan dalam Al Qur’an sebagai berikut:

وَأَمَّاالسَّٓائِلَ فَلَا تَنْهَرْ.وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Artinya : “Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Allah maka hendaklah kamu menyebut-nyebut-Nya. (QS Ad Dhuha: 10-11)

Orang yang suka bersedekah baik berupa makanan, minuman atau pun ucapan yang baik, ia akan terjaga dari api neraka. Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam hadist berikut ini:

وَاتَّقُوْاالنَّارَ وَلَوْبِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Artinya: “Jagalah dirimu dari api neraka dengan cara bersedekah walaupun sebutir kurma, barangsiapa yang tidak dapat melakukannya dengan kata kata yang baik.” (HR Bukhari dan Muslim)

Menolong, Membantu Orang Yang Cacat Mental

Orang yang cacat mental ialah orang yang ukuran kesadarannya di bawah normal atau sering disebut dengan abnormal. Cacat mental ini pun ada yang berupa cacat mental bawaan. Artinya sejak ia dilahirkan dan ada yang cacat mental karena tekanan-tekanan jiwa yang terlalu berat sehingga ia tidak kuat, menimbulkan terjadinya cacat pada mentalnya. Ada juga cacat mental ini di timbulkan karena penggunaan obat-obatan terlarang dan sejenisnya atau faktor lain yang menyebabkan cacat mental.

Terhadap orang yang cacat mentalnya, kita sebagai muslim dituntut untuk berbuat baik dan menyantuninya, dengan cara ikut mengusahakan menyembuhkannya. Sehingga mereka menjadi orang yang sehat dan berguna di masyarakat.

Kita tidak diperkenankan sama sekali menganiaya terhadap orang-orang yang lemah, orang dalam keadaan teraniaya itu doanya mujarab, walaupun isi doa itu jahat. Misalnya karena seseorang dihina padahal orang tersebut tidak bersalah, maka apabila ia melaknat kepada orang yang menghina itu, niscaya Tuhan akan mengabulkannya sehingga laknat itu benar-benar datang kepadanya. Sebagaimana firman Allah Swt berikut ini:

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Artinya: “Allah tidak menyukai ucapan buruk yang diucapkan) depan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS An Nisa: 148)

Kita supaya berhati-hati terhadap doanya orang yang teraniaya (mazlum), sebagaimana sabda rasulullah Saw di bawah ini:

اِتَّقُوْادَعْوَةَ الْمُظْلُوْمِ وَلَوْكَانَ كَافِرًا، فَاِنَّهَا لَيْسَ دُوْنَهَاحِجَابٌ

Artinya: ” Jagalah dirimu dari doa orang yang teraniaya, meskipun ia orang kafir. Karena doa madzlum itu tidak ada yang menghalangi (pasti dikabulkan)”. (HR. Ahmad)

Baca juga : Pengertian Sifat Pemaaf Dalam Islam

Demikianlah mengenai anjuran suka menolong orang lain dalam Islam. Semoga apa yang sudah diuraikan diatas bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.