Sikap Baik Kepada Saudara Dalam Islam

Posted on

Muslimpintar.com – Peranan saudara atau kerabat dalam kehidupan di dunia ini amatlah penting, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, yang baru akan hidup dengan sempurna dan mampu memenuhi segala kebutuhan hidupnya karena adanya bantuan dari orang lain terutama saudara atau kerabat terdekat.

Karena saudara masih ada hubungan darah dengan kita. Maka merekalah yang paling pertama kita minta tolong atau bantuan bila kita tertimpa musibah atau malapetaka lain. Hendaknya kita dengan saudara atau kerabat menjaga hubungan baik agar kita dapat hidup sejahtera, tenang, tenteram bersama mereka. Dengan demikian kita pun dapat membahagiakan orang tua dan mendapatkan keridhaannya. Sikap yang perlu kita lakukan kepada saudara ialah:

sikap baik kepada saudara dalam islam

Sikap Baik Kepada Saudara Dalam Islam

1. Menghormati dan mencintai mereka

Kita dengan saudara berasal dari satu asal yaitu ayah dan ibu. Mencintai mereka sama kita mencintai diri kita sendiri. Rasulullah Saw bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Artinya: “Tidak sempurna iman seseorang, sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Menghormati saudara yang lebih tua sebagaimana menghormati orangtua, mengindahkan nasehat-nasehatnya dan tidak menentang perintahnya.

Rasulullah telah bersabda:

حَقُّ كَبِيْرِالْاِخْوَةِ عَلٰى صَغِيْرِ هِمْ كَحَقِّ الْوَالَدِ عَلٰى وَلَدِهِ

Artinya : Kedudukan saudara tua atas saudara muda seperti kedudukan orang tua atas anaknya.”

3. Mencintai dan menyayangi saudara yang lebih kecil, memperlakukannya dengan penuh kasih sayang sebagaimana orang tua menyayangi anaknya.

Rasulullah telah bersabda: “Tidak termasuk umatku orang yang tidak mengasihi yang lebih kecil dan tidak menghormati yang lebih besar.”

Sehubungan dengan ini, ada satu hikayat, Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata:

Ya Rasulullah, aku telah berbuat maksiat, dapatkah Allah memberi ampunan?”

Rasulullah bertanya: “Apakah maksiatmu ?”

Lelaki: “Aku malu mengucapkannya”.

Rasulullah:”Apakah kau malu kepada aku untuk mengucapkan maksiatmu, tetapi mengapa kau tidak malu kepada

Allah yang selalu mengetahui semua tingkah lakumu Keluarlah dan jangan ke sini lagi”.

Rasulullah mengusir lelaki tersebut, karena laki-laki tersebut tidak mau mengatakan apa yang ia sampaikan. Ketika laki-laki pergi dari Rasulullah dalam keadaan menangis, menyesal dan putus asa. Maka datanglah Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad  Saw seraya berkata: “Ya Rasulullah, mengapa kamu putus asa terhadap lelaki tersebut, padahal ia mempunyai amal yang dapat menghapuskan dosanya, meskipun dosa besar”.

Rasulullah bertanya : “Apakah amalnya ?”.

Jawab Jibril: “Dia mempunyai seorang anak kecil, apabila ia pulang dari bepergian, masuk rumah, anak kecil sudah menjemputnya di depan pintu dan laki-laki itu selalu memberinya makanan atau sesuatu yang menggembirakan hatinya, maka anak kecil itu adalah penghapus dosanya”.

Baca juga: Berbuat Baik Kepada Tetangga Dalam Islam

4. Saling bantu membantu sekuat tenaga, sabar terhadap mereka, jika bersalah, berilah peringatan secara halus dan ramah tamah. Rasulullah saw telah bersabda: “Perumpamaan dua saudara seperti dua tangan yang satu membasuh yang lain”.

Demikian lah mengenai sikap baik kepada saudara atau kerabat dalam Islam. Semoga apa yang sudah di sampaikan diatas bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.