Pengertian Ridha dan Hikmah Bersikap Ridha

Posted on

Pengertian Ridha dan Hikmah Bersikap Ridha – Ridha merupakan salah satu akhlak terpuji. Pengertian ridha menurut bahasa adalah suka rela dan senang. Ridha artinya sudah merasa cukup dengan apa yang dimiliki, baik harta maupun pekerjaan. Sebagian orang menganggap sikap yang demikian termasuk akhlak yang buruk, karena dengan merasa cukup dengan apa yang dimilikinya nanti akan menimbulkan rasa malas pada dirinya dan tidak mau bekerja keras. Pandangan yang seperti itu merupakan pandangan yang salah dan keliru. Islam tidak pernah mengajarkan pada umatnya untuk bersikap malas.

Bersikap ridha dapat menjauhkan diri dari ajakan nafsu dan tipu daya kehidupan dunia yang membuat orang lupa akan Allah Swt. Untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan akhirat kelak. Akibat menuruti hawa nafsu seseorang tidak takut akan ancaman yang diterimanya sehingga sikap dan perilakunya melampaui batas norma-norma agama. Oleh karena itu, untuk menghindari hal tersebut seorang muslim dituntut untuk bersikap qanaah dalam hidupnya.

Pengertian Ridha dan Hikmah Bersikap Ridha

Qanaah dalam pengertian yang luas mengandung arti:

  • Menerima dengan rela apa yang ada.
  • Menerima dengan sabar ketentuan Allah Swt.
  • Bertawakal kepada Allah Swt.
  • Memohon kepada Allah tambahan yang pantas disertai dengan usaha atau ikhtiar.
  • Tidak tertarik dengan tipu daya dunia.

Kata Ridha pada umumnya dihubungkan kepada Allah Swt. Ridha kepada Allah menurut para sufi mempunyai arti:

  • Tidak menentang kepada qada dan qadar.
  • Menghilangkan rasa benci dari dalam hati,
  • Merasa tenang saat mendapat cobaan dan musibah.

Baca : Pengertian Hasad (Dengki) Dan Bahaya Hasad Dalam Islam

Ridha Terhadap Qada dan Qadar

Ridha kepada Allah Swt mengajarkan manusia untuk menerima secara rela terhadap kesusahan, cobaan dan musibah. Walaupun hal tersebut merupakan suatu keadaan yang menyakitkan.

Rasulullah Saw bersabda :

اَلاِيْمَانُ بِالْقَضَاءِ وَالْقَدَرِ يَذْ هَبُ اْلهَمَّ وَالْحَزَنَ

Artinya : “Iman kepada qada dan qadar dapat menghilangkan keruwetan dan kesukaran.” (HR Al-Hakim)

Orang-orang yang ingkar kepada qada dan qadar Allah Swt yang menimpanya, apabila ia berputus asa terhadap rahmat Allah, maka akan mendapat azab dari Allah yang sangat pedih. Hal tersebut dijabarkan dalam Al-Qur’an surat Al-Ankabut ayat 23 yang berbunyi:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَلِقَائِهِ أُولَٰئِكَ يَئِسُوا مِنْ رَحْمَتِي وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya : “Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.” (QS Al Ankabut :23)

Ketidakrelaan terhadap qada dan qadar Allah dalam suatu hadits qudsi dijelaskan dan dipandang sebagai bentuk kekafiran kepada Allah Swt. Meyakini kepada qada dan qadar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rukun iman yang ke enam.

Hikmah Bersikap Ridha

Berikut ini beberapa hikmah yang akan kita peroleh apabila kita bersikap ridha.

  1. Menjauhkan diri dari sifat iri dan dengki kepada sesama.
  2. Memiliki hati yang ikhlas, suka menolong dan memberi tanpa pamrih.
  3. Dapat menjalani hidup dengan dengan tenang dan tentram.
  4. Memiliki pribadi yang sederhana, tidak sombong dan tidak berlebih-lebihan.
  5. Menjadikan pribadi yang senantiasa bersyukur kepada Allah Swt.
  6. Dapat menjalankan ibadah dengan khusyu karena hati dan pikiran pasrah kepada Allah.
  7. Membuat diri sendiri lebih sabar dan tabah dalam menghadapi segala cobaan, sebab bersikap Ridha juga mengajarkan kita untuk bersabar dan menerima apa yang terjadi pada diri kita.

Baca : Pengertian Adil Dan Hikmah Bersifat Adil Dalam Islam

Itulah mengenai pengertian ridha dan hikmah bersikap ridha. Dengan bersikap ridha tentunya dapat membuat kita lebih pandai bersyukur atas segala nikmat dan karunia serta cobaan yang Allah Swt berikan kepada kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.